Sumbar1.com-Ketua Tim Advokasi GNPF MUI, Nasrullah Nasution mengungkapkan, bahwa Ustadz Alfian Tanjung kembali ditahan usai dinyatakan bebas dari dakwaan. Dikabarkan Ketua Taruna Muslim itu sekarang sedang berada dalam pengamanan Polda Jatim.

“Beliau kembali ditahan setelah dinyatakan bebas oleh Majelis Hakim di persidangan. Menurut informasi, beliau ditahan atas laporan PDIP di Polda Metro Jaya,” ungkap Nasrullah, Rabu (06/09) malam.

Nasrullah pun menjelaskan bahwa Ustadz Alfian dalam laporan polisi yang menjadikannya sebagai tahanan adalah terkait pasal 310 dan 311 Jo 156.

“Kasusnya hampir sama dengan yang sudah dinyatakan bebas siang tadi, namun laporannya berdasar locus delicti di Jakarta,” ungkapnya.

Sementara itu, Kuasa hukum Ustad Alfian Tandjung, Abdullah Alkatiri mengaku keberatan terkait penangkapan kliennya.

Pihaknya menilai penangkapan terhadap Alfian Tanjung tak adil karena dalam surat penangkapan tersebut tidak dilampiri tanggal penangkapan dan masa berlaku surat penangkapan tersebut.

“Ini terkesan mengada-ada,” tegasnya, dikonfirmasi, Rabu (6/09).

Abdullah Alkatiri mengatakan, Alfian Tanjung ditangkap pihak kepolisian atas laporan dari partai PDI Perjuangan dengan nama pelapor Hasto Kristiyanto. Padahal dia selama ini kooperatif selama menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

“Kenapa gak mau tunggu beliau di Jakarta baru dilakukan pemanggilan tapi oleh pihak kepolisian sudah dilakukan penahanan,” jelasnya.

Diungkapkan Alkatiri, pasal yang dijeratkan kepada Alfian Tanjung adalah pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik. ”Hal itu terkait dengan cuitan beliau di medsos yang mengatakan 85 persen kader PDI Perjuangan adalah PKI,” terangnya. (bn)

 

SHARE