Sumbar1.com-Hingga Senin (18/09) dini hari pukul 01.30 WIB, konsentrasi massa masih memadati depan kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Mereka meminta agar pihak kepolisian memberikan waktu untuk mereka berdialog dengan pihak YLBHI.

Terlihat jelas suasana tegang dan panas, saat polisi berusaha membubarkan massa, yang mulai melakukan pelemparan. Pihak Kepolisian yang melakukan pembubaran dengan menggunakan water cannon mendapat perlawanan dari massa yang melakukan aksi.

Massa yang datang dari berbagai arah di kawasan Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat marah dan memaksa masuk ke dalam kantor YLBHI. Mereka tidak terima pihak YLBHI yang diduga telah menggelar acara berbau PKI di kantornya.

Pihak kepolisian yang melakukan pengamanan di seputar lokasi terlihat bentrok dengan para pendemo. Tembakan gas air mata dibalas dengan lemparan batu. Suasana pada Senin dini hari tersebut terlihat jelas sangat mencekam.

Sementara di sebagian kaca di kantor YLBHI, terlihat pecah oleh lemparan massa yang mengamuk dan mengecam atas dugaan acara seminar berbau PKI di kantor bantuan hukum tersebut.

Aksi massa ini dipicu bermula ketika ada beberapa orang yang mengenakan atribut PKI keluar dari kantor YLBHI. Massa tidak terima, dan menganggap aparat telah melindungi PKI.

” Itu siapa yang keluar dengan atribut PKI, tangkap” terdengar teriakan dari arah para pengunjuk rasa, sehingga terjadilah aksi saling dorong dan lemparan segala jenis benda ke arah YLBHI.

Sebelumnya diketahui, Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis sempat menyambangi lokasi dan menenangkan massa. Setelah melakukan pertemuan dengan pihak LBH Jakarta, Kapolda Metro meyakinkan kepada massa aksi bahwa diskusi yang digelar bukan bertema PKI seperti yang ditudingkan.

Namun massa yang telah terlanjur marah tidak percaya, dan tetap bertahan di Gedung YLBHI, hingga terjadilah aksi bentrok. Sampai berita ini diturunkan suasana di lokasi masih terlihat mencekam. (bn)

SHARE