News & Blog
KONI Payakumbuh Serahkan Dana Hibah Tahap I Kepada Para Cabor Berprestasi

Sumbar1.com-Koni Kota Payakumbuh, Senin (19/09) siang telah menyerahkan dana hibah cabor prestasi Payakumbuh Tahap 1 Tahun 2017 bantuan secara simbolis, masing masing kepada cabang olahraga, Wushu, Catur, Kempo, serta Sepak Takraw.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Umum Koni Payakumbuh Yusra Maiza, kepada Sumbar1.com. Menurutnya dana hibah yang diberikan kepada cabor berprestasi tahap I tersebut dengan total sebesar 49 juta rupiah, tuturnya.

Dikatakan lagi, menurut Yusra yang dikenal dengan panggilan sehari hari H. Sura, pemberian dana hibah tersebut adalah untuk biaya pembinaan atlet di masing masing cabor. Selanjutnya untuk tahap II akan juga disegerakan tambahnya lagi.

Adapun penyerahan dana hibah itu adalah bagian dari visi serta misi Koni Payakumbuh yang menargetkan pada kegiatan kalender even resmi bisa memantik prestasi para atlet olahraga Payakumbuh.

” Kita berharap, semoga para atlet dan pengurus di cabornya masing masing bisa lebih termotivasi lagi untuk menggenjot prestasi yang bisa kita banggakan dan persembahkan untuk Payakumbuh,” tutup H. Sura mengatakan. (aa)

 

September 21, 2017 / by / in ,
Waduh,, Pemko Padang Segel Kantor Gojek Online, Nitizen Demo di Dunia Maya

Sumbar1.com-Dampak dari penutupan kantor Go Jek Online Kota Padang, menurut salah satu pengemudinya, Arif (24) ada sekitar 3000 pekerja yang nganggur akibat transpotasi berbasis online ini ditutup pihak Pemko, ujarnya mengatakan, Rabu (20/09) malam.

Dan ini akan menjadi masalah baru bagi Pemko, akan ada ribuan penganggur terdapat di Kota Padang sejak kantor kami resmi ditutup, tambahnya lagi. Padahal menurutnya, sejak dirinya tamat Kuliah dan belum mempunyai pekerjaan, menjadi pengemudi Gojek online telah banyak membantu dirinya untuk mencari biaya menutupi kebutuhan hidup, akunya.

Tidak hanya Arif, namun ada ribuan pengemudi Gojek online yang harus bernasib sama seperti dirinya, saat ini sedang kebingungan harus bagaimana lagi mencari nafkah untuk keluarga mereka, setelah kantor mereka resmi disegel dan ditutup.

Sementara itu, para nitizen Kota Padang menanggapi terkait telah ditutupnya kantor transportasi berbasis aplikasi tersebut di kota Padang. Rata rata para warganet tersebut merasa kecewa dengan tidak dibolehkannya lagi Gojek beroperasi di Kota Padang.

Berikut kami share cuitan beberapa nitzen yang memprotes telah ditutupnya kantor Gojek di Kota Padang.

@biante92: Pak gubernur yg terhormat @irwanprayitno. Menurut bapak apakah gojek itu tidak membantu. Banyak gojek membuka lowongan kerja di padang ini. Membantu yg pengangguran menjadi punya pekrjaan. Mengurangi tingkat pengangguran. Aturan nya bapak dukung. Bukan nya membantu bapak untuk mengurangi tingkat pengangguran di kota padang tercjnta ini. Kalo bapak mau tertib kan, mohon di tertib kan sopir angkot yg ugal2an. Yg masih di bawah umur dan belom mempunyai sim.

@Bilal Haziq Marta Sopir angkot nanti yg akan milih pak mahyeldi. Hehehehehehehe
@Bilal Haziq Marta Buat bpak walikota padang. Baru hari ini saya merasakan tentram dan nyaman dalam mngendarai kendaraan di jalan umum, terhindar dari macet karena sopir angkot demo dan tidak ada beroperasi di jalanan. Biasa nya angkot angkot ngetem di sembarangan tempat terutama di persimpangan jalan depan basko. Jalan jalan tertutup oleh oknum sopir angkot. Oknum tsbt ugal ugalan dlm mngendarai angkot nya, tak jarang pula melontarkan kata kata yg tdak baik. Jdi saya sbgai konsumen beralih ke gojek atau go car, sudah lah irit, nyaman dan tdk ugal ugalan…

@ilham_hp17: Pak tolong kesediaan bapak untuk tidak menutup gojek du kota padang, efeknya baiknya dari orang pengangguran bisa mebdaoatkan penghasilan setara karyawan di gojek pak, dan juga mahasiswa yg berusaha menutupi kekurangan uang atau keterlambatan pengiriman dari kampung bisa mendapatkan dri gojek pak, mohon di pertimbangkan lagi.

Itulah sedikit cuitan para warganet Kota Padang diantara ratusan cuitan mereka di sosmed terkait ditutupnya kantor Gojek oleh Pemko Padang. (yendra)

September 21, 2017 / by / in ,
Warga Pasaman Barat Geger, Ada Macan Tutul Iseng Nyasar di Pemukiman

Sumbar1.com-Warga dekat kawasan pasar Jorong Simpang Tiga, Nagari Koto Baru, Pasaman Barat, digegerkan dengan penampakan seekor macan tutul yang sedang berkeliaran di kawasan pemukiman, Rabu (20/09).

Tak mau ambil resiko, warga langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polres Pasaman Barat agar segera dilakukan penangkapan seekor macan tutul yang sedang nyasar ke pemukiman warga itu.

Petugas kepolisian yang mendapati laporan warga, langsung meluncur ke lokasi dan berusaha mengamankan mahluk predator tersebut. Dengan dibantu warga, setelah dua jam kemudian, macan tutul tersebut berhasil ditangkap sekira pukul 19.40 WIB, Rabu malam.

Menurut Kapolres Pasaman Barat, AKBP Iman Pribadi Santoso, SIk, setelah hewan predator berhasil diamankan petugas dengan dibantu warga langsung di evakuasi ke pihak pengelola Taman dan Hutan Pasaman Barat, ujarnya.

Beruntung berkeliarnya macan tutul itu tidak sampai memakan korban jiwa, situasi aman dan terkendali, pungkasnya kepada awak media.

Terpisah, Surahdi, Kepala pengelola Taman dan Hutan Pasbar, mengatakan, bahwa hewan tersebut sudah diamankan, akan tetapi belum dikandangkan. Menurutnya pihaknya masih menunggu kedatangan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumbar yang dalam perjalanan menuju Pasbar, ujarnya singkat. (sggn)

September 21, 2017 / by / in ,
Pemko Padang Resmi Tutup Kantor Gojek Online

Sumbar1.com-Selesai melakukan aksi di Kantor Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Rabu, 20 September 2017 pagi. Siang harinya, ratusan Sopir Angkutan Kota (Angkot) bergerak ke Kantor Gojek Padang di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang.

Disana, ratusan Sopir kembali menyampaikan penuntutan penolakan terhadap angkutan berbasis daring itu. Pihak Pemerintah Kota Padang yang didampingi oleh Kepolisian dan Provinsi Sumbar kemudian melakukan diskusi dengan pihak Gojek.

Akhirnya, tidak selang beberapa lama keputusanpun keluar. Pemerintah Kota (Pemko) Padang menutup kantor operasional Go Jek di Kota Padang . Dinas Dishub Kota Padang resmi menutup kantor operasional Go Jek yang berada di Jalan Imam Bonjol Padang.

Kabid Operasional dan Keselamatan Dishub Kota Padang, Eri Surya Jaya, mengatakan keputusan yang diambil dalam menuntut kantor Gojek tersebut adalah dalam memenuhi tuntutan dari masyarakat.

“Ya, kita mengambil langkah ini dalam memenuhi tuntutan dari para Sopir. Ya dengan berbagai pertimbangan. Jadi hari ini kantor Gojek resmi kita tutup,” kata Eri kepada awak media di depan Kantor Gojek Padang.

Namun, dia mengatakan kalau untuk operasional Gojek pemerintah belum bisa menghambat. Karena, mereka beroperasi melalui aplikasi jadi tidak bisa di hentikan.”Yang bermasalah kan izin operasionalnya. kantornya. Jadi kita tutup,” katanya.

“Kalau untuk sanksi pemerintah belum bisa di hentikan. Namun kantor ini ditutup dalam waktu yang belum kita tentukan,” katanya. (yendra)

September 20, 2017 / by / in ,
Kapolda Sumbar : Jika Ada Oknum Yang Bermain Main Dengan Narkoba Kita Sikat

Sumbar1.com-Dari berbagai lawatan kunjungan kerja (Kunker) Kapolda Sumbar Irjen (Pol) Fakhrizal ke Polres Polres Wilayah Hukum Sumatra Barat, terlihat Jendral bintang dua tersebut sangat konsen dengan penegakan hukum.

Kepada beberapa awak media yang sempat mewawancarai dirinya, Fakhrizal meminta agar setiap persoalan hukum di wilayah Polda Sumbar agar diselesaikan secara profesional pintanya mengatakan.

Terutama persoalan narkoba, Irjen (Pol) Fakhrizal sangat tegas, siapapun yang bermain main dengan barang haran tersebut kita sikat, termasuk jika oknum anggota yang kedapatan dan terbukti, ujarnya tegas.

Dijelaskan, dirinya tidak akan melindungi jika ada anggotanya yang terlibat dalam urusan narkoba, bahkan dengan tegas dia akan berikan sangsi pemecatan secara tidak hormat kepada oknum yang bermain main dengan barang haram tersebut.

” Perang terhadap narkoba adalah sudah menjadi keputusan dan perintah negara. Tidak ada satupun yang kebal dengan urusan narkoba,” pungkas Irjen (Pol) Fakhrizal. (tim)

September 20, 2017 / by / in
Malam Jahanam, Seorang IRT Muda Dirampok dan Diperkosa di Rohil Riau

Sumbar1.com-Seorang ibu rumah tangga berinisial Fn (21) warga Bangko Pusako Kabupaten Rohil, Riau, menjadi korban perampokan dan perkosaan oleh dua orang pria di rumahnya pada Senin (18/09) malam.

Aksi biadab itu dialami oleh Fn yang pada malam jahanam tersebut hanya ditemani oleh anak anaknya yang masih kecil. Malam itu kedua rampok masing masing berinisial SI (34) dan RS (24), dengan cara mengendap endap masuk dan menyelinap ke dalam rumah korban melalui pintu belakang yang berhasil dicongkel.

Setelah berhasil masuk ke dalam rumah, korban lalu disekap dan di ikat oleh kedua perampok tersebut. Selanjutnya kedua rampok itu mengobrak abrik isi rumah korban dan menemukan dua buah ponsel.

Ironisnya, setelah berhasil mendapatkan harta korban, keduanya lalu tergiur dengan kemolekan tubuh korban. Selanjutnya terjadilah aksi biadab pada malam jahanam tersebut. Korban diperkosa secara bergiliran oleh kedua pelaku.

Setelah puas melampiaskan aksi bejadnya, keduanya kabur, namun korban yang berteriak minta tolong, membuat warga berdatangan. Salah satu warga senmpat mengaku melihat salah satu rampok biadap tersebut kabur dengan menggunakan kain penutup mata.

Setelah warga berusaha menyelusuri kawasan lokasi, namun kedua pelaku tak  berhasil ditemukan. Selanjutnya warga langsung melaporkan perbuatan terkutuk yang menimpa ibu rumah tangga muda tersebut ke Polisi.

Sementara itu, menurut Kanit Reskrim Polsek Bangko Pusako, Aipda Romi, setelah keterangan ciri ciri kedua pelaku dari warga, langsung melakukan pemburuan terhadap kedua pelaku.

Beberapa jam setelah laporan dari warga, Salah satu pelaku berinisial SI berhasil diciduk saat sedang nongrong di salah satu warung, sementara RS ditangkap saat berada dalam bangunan kosong yang tak jauh dari rumah korban.

Saat dilakukan intrograsi, keduanya mengakui segala perbuatan yang dilakukan terhadap korban, ujar Aipda Romi mengatakan. (kr)

September 20, 2017 / by / in
Terkait Film G30S PKI, Ilham Aidit: Itu Film Kurang Riset, Jajang C Noer : Bantah Pembuatan Film Dikontrol Orba

Sumbar1.com-Peristiwa pengepungan YLBHI oleh massa yang menduga bahwa LBH mengadakan pertemuan terkait kebangkitan PKI dan efek dari keinginan masyarakat untuk bisa kembali menonton film G30S-PKI menjadi fenomena yang diperdebatkan.

Kebenaran tentang film G30 S/PKI menjadi perdebatan di publik. Perlu diketahui, perdebatan terjadi setelah film itu kembali diputarkan bersama-sama di banyak daerah oleh masyarakat luas.

Adapun salah seorang yang meragukan keakuratan film itu adalah Ilham Aidit. Ilham merupakan anak laki-laki dari DN Aidit, salah satu tokoh PKI ketika itu. Dengan alasan Aidit itu tak merokok, namun dalam film itu digambarkan ia sebagai salah seorang perokok berat dengan asap yang mengepul ketika memimpin rapat, Ilham meragukan film G30S-PKI.

“Pakar-pakar itu mem-bully Aidit,” ujarny dalam diskusi di ILC,TV One, Selasa (19/9) malam.

Ilham juga mempermalahkan tentang insiden di Lubang Buaya yang dinilai banyak kebohongan. Menurut Ilham suasana saat itu di Lubang Buaya sepi, tidak ada tarian yang digambarkan dalam film tersebut. Ilham menilai sutradara film itu kurang riset.

“Tak ada tari-tari seperti digambarkan dalam film,” ujarnya. Yang ada kondisi di sana sepi.

Film G30 S/PKI disutradai oleh Arifin C Noer. Jajang C Noer yang juga istri Arifin membantah jika almarhum suaminya tak melakukan riset dalam pembuatan suatu film. Hanya saja ia mengakui, suaminya kesukaran mencari orang-orang PKI untuk dimintai keterangan tentang sosok Aidit.

“Satu-satunya orang  PKI yakni pak Sam. Ketika ditanya kebiasaan pak Aidit? Sam hanya menjawab ‘Dia biasa saja.’ Bagaimana tangannya? Sam mengatakan ‘ya biasa saja. Apakah dia merokok? Sam kembali mengatakan ‘ya biasa saja’,” papar Jajang.

Menurut Jajang, adapun alasan Aidit digambarkan merokok adalah untuk mengekspresikan kegawatan saat itu.

“Secara filemis itu merokok psikolog. asap untuk mendramatisir,” kata Jajang.

Mengenai lagu Genjer-Genjer, menurut Jajang lagu itu sedang hits saat itu. Ia pun membantah ada tarian-tarian seperti disebutkan Ilham. Menurut jajang, itu hanya mengikuti irama lagu ‘Darah Rakyat’.

Istri Sutradara Arifin C. Noer, Jajang C. Noer membantah jika pembuatan film G30 S/PKI diawasi atau dikontrol atau bahkan diarahkan sesuai keinginan rezim Orde Baru.

“Tapi tak benar kami diawasi,” ujar Jajang dalam diskusi di ILC, TV One, Selasa (19/9) malam.

Jawaban Jajang tersebut menjawab beragam spekulasi yang beredar jika film itu diawasi dengan ketat.  Walaupun Jajang mengakui film itu memang permintaan dari pemerintah. Selain Arifin ada satu lagi calon sutradara yakni, Teguh Karya.

“Memang pesanan dari pemerintah yang sebelumnya telah bertanya ke mas Gunawawn (GM), GM bilang sutradaya ada Teguh Karya dan Jajang C Noer. Lalu pak Dipa pilih Jajang,” ujarnya.

Jajang mengungkapkan bahwa suaminya membuat film itu dengan dasar atas kecintaannya terhadap negeri ini.

“Mas Arifin tak mungkin mengerjakan sesuatu yang tak ia yakini,” ujar Jajang.

Pengamat Salim Said juga ragu jika Arifin C Noer dikontrol atau didikte saat membuat film tersebut. Salim Said mengatakan hal tersebut karena mengingat sosok Arifin yang cukup keras.

Bahkan Arifin harus dibujuk berulangkali agar mau menyutradarai film tersebut.

“Dia keras tak mungkin dikontrol. Mari kita menghormati almarhum sebagai seniman,” ujar Salim Said. **

 

 

September 20, 2017 / by / in
Istri Brengsek!! Suaminya Cabuli Anak Bawah Umur, Eh dia Malah Ikutan Mendukung

Sumbar1.com-SW (28) seorang ibu rumah tangga (IRT) warga Desa Pulau Birandang Kec. Kampar, Riau, terpaksa ikut diamankan polisi karena diduga telah membiarkan dan terindikasi ikut membantu suaminya Bs (53) mencabuli seorang anak bawah umur berinisial RH (14).

SW dan suaminya Bs ditangkap Polsek Tambang, Selasa (19/09) siang atas laporan dari orang tua RH yang geram dan tidak diterima anaknya dicabuli sejak masih berumur 10 tahun.

Orang tua RH yang berinisial TH (52) merasa geram dan jengkel melihat ulah pasangan suami istri tersebut yang telah melakukan penodaan terhadap anak gadisnya yang baru berusia beranjak remaja.

Menurutnya Bs, tega mencabuli anaknya sejak masih berusia 10 tahun dan brengseknya lagi masih menurut RH, istri dari Bs yang tahu peristiwa pencabulan tersebut malah membiarkan, ungkapnya pilu.

Sementara itu, Kapolsek Tambang, AKP Jambi Lumban Toruan SH, saat dihubungi oleh awak media membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, dari hasil pemeriksaan polisi, istri tersangka Bs, juga menjadi tersangka atas dugaan turut mengetahui peristiwa dan membiarkan kejadian yang telah berulang kali terjadi, ujarnya.

Adapun peristiwa ini terbongkar pada Selasa (19/09) pagi saat itu korban (RH) pulang ke rumahnya. Saat sampai di rumah, kepada ayahnya, korban mengaku dirinya dilarang oleh tersangka sekolah dengan alasan dirinya sudah tidak mau menginap dan tidur bersama tersangka lagi.

Tidak lama kemudian, Tersangka datang ke rumah orang tua korban, kepada ayah korban tersangka, mengaku telah mencabuli korban, sejak masih berumur 10 tahun sampai saat berumur 14 tahun. Untuk itu kepada ayah korban, tersangka siap bertanggung jawab dan akan menikahi korban.

Akan tetapi Ayah korban, mendengar pengakuan dari tersangka, malah geram dan naik pitam. Bersama dengan dibantu warga dirinya mengamankan tersangka dan dibawa ke Polsek Tambang.

Adapun istri tersangka, SW dalam pengakuannya, dirinya terpaksa membiarkan suaminya melakukan pencabulan terhadap korban berulang kali karena beralasan dirinya terjangkit penyakit kista dan tak bisa lagi melayani suaminya. (kr)

 

September 20, 2017 / by / in
Peringati 1 Muharam, Dinsos Kota Solok Berikan Bantuan

Sumbar1.com-Sebanyak 500 orang anak yang ada dirumah singgah kota Solok menerima bantuan dari dinas Sosial dan tenaga kerja pemerintah kota Solok, dan selain itu bantuan juga diberikan oleh pengurus Masjid Agung Al Muksinin kota Solok kepada dua panti asuhan yang ada di kota dan kabupaten Solok.

Bantuan itu diberikan disela acara menyambut masuknya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 H,   Selasa 19 September 2017 di Masjid Agung Al Muksinin kota Solok, dan diserahkan lansung secara simbolis oleh walikota Solok Zul Elfian, SH. Msi  sebanyak 260.081.000 rupiah kepada pengurus rumah singgah yang ada,  sementara itu untuk panti asuhan Tunas bangsa kota Solok, dan Panti asuhan Koto baru kabupaten Solok,  masing masing mendapatkan 25 juta rupiah.

Disela kegiatan itu,  walikota Solok mengajak seluruh unsur masyarakat untuk serta merta membangun daerah kota Solok menjadi daerah yang diberkahi Allah, SWT, sehingga kota Solok benar benar menjadi kota serambi madinah sesuai dengan visi dan misi pemerintah kota yang telah ada.

Dengan masuknya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 H ini, walikota Solok mengharapkan agar dapat dijadikan sebagai motivasi untuk lebih meningkatkan aqidah islam dikota Solok dengan muhasabah diri.

” Mari kita Hijrah akhlak, hijrah moral, serta hijrah tingkah laku untuk menjadi yang lebih baik, dan semoga kita semua senantiasa menjadi orang yang selalu dilindungi Allah SWT “, ungkap walikota Solok.

Mengakhiri paparan yang disampaikannya, walikota Solok mengucapkan apresiasi kepada dinas Sosial dan pengurus Masjid Agung Al Muksinin yang telah peduli kepada rumah singgah dan panti asuhan yang ada, dan semoga hal itu bisa menjadi cerminan bagi instansi lainnya agar lebih peduli kepada sesama.

Dari liputan media ini, dalam menyambut masuknya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 H di kota Solok, pemerintah daerah setempat merayakan dengan cara mengemas sebuah acara yang bernuansakan islami di Masjid Agung Al Muksinin kota Solok.

Diantara acara yang dilaksanakan itu adalah Tabliqh Akbar dengan mengundang Ustat Subki Al Bughury dari Jakarta sebagai pemberi siraman rohani, dan selain itu acara juga disemarakan oleh perlombaan yang bernuansakan islami dan terbuka untuk umum. (Gia)

September 20, 2017 / by / in
Ratusan Sopir Angkot Geruduk Gubernuran Sumbar

Sumbar1.com-Kembali ratusan sopir angkot Kota Padang datangi dan geruduk serta lakukan demo menentang angkutan online yang dinilai telah mematikan usaha mereka, Rabu (20/09), pukul 10.00 WIB, di halaman Kantor Gubernur Sumatra Barat.

Hujan yang mengguyuri Kota Padang sejak pagi hari, tidak menyuruti semangat ratusan sopir angkot yang meminta agar Gubernur melarang transportasi berbasis online seperti Gojek serta Grab di Kota Padang.

Salah satu koordinator aksi demo Khairison kepada awak media menyebutkan, aksi ini mereka lakukan karena dinilai pihak Pemerintah Sumbar, kurang tanggap dengan permasalahan yang mereka hadapi, ujarnya mengatakan.

” Kami hanya ingin mencari makan untuk memenuhi kebutuhan hidup anak istri kami dan bukan untuk mencari kaya,” timpalnya lagi.

Selama ini menurutnya, bahwa banyak para sopir yang kehidupannya sudah morat marit, pendapatan yang jauh dari layak, uang setoran untuk ini dan itu, sekarang ditambahnya lagi maraknya para transportasi online yang semakin marak di kota Padang, membuat kehidupan para sopir angkot semakin terjepit.

Untuk itu Khairison dan bersama ratusan sopir angkot Kota Padang meminta agar pemerintah bisa sedikit peduli dengan permasalahan yang sekarang mereka hadapi, pungkasnya mengatakan. (yendra)

 

September 20, 2017 / by / in ,