Sumbar1.com-Daerah Payo, Kelurahan Tanah Garam, kecamatan Tanjung Harapan kota Solok, menjadi pusat Pengembangan Nagari Mandiri Pangan dengan sasaran kota Solok sebagai kawasan agrowisata di Sumatera barat.

Dalam mewujudkan hal tersebut, pemko Solok telah melakukan kerja sama dengan pemerintah provinsi Sumbar, serta telah
membuat Momerandum Of Understanding (MOU) dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BALITBANGTAN) kementrian pertanian RI, serta kegiatan dilanjutkan dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD).

Focus Group Discussion (FGD) itu bertemakan “Dukungan inovasi teknologi balitbangtan dalam membangun model taman sains agribisnis pertanian untuk mendukung agrowisata Kota Solok Provinsi Sumatera Barat” kegiatan itu dilaksanakan pada Rabu 20 September 2017, di Balirung 99 Rumah Dinas Wali kota Solok, dan dibuka lansung oleh wakil walikota Solok, Ir. Reinier, ST. MM.

Disela kegiatan FGD tersebut, wakil walikota Solok menyampaikan, tujuan dari Pengembangan Nagari Mandiri Pangan dengan sasaran kota Solok sebagai kawasan agrowisata, antara lain adalah untuk memberdayakan masyarakat miskin atau rawan pangan menjadi masyarakat mandiri dengan sasaran meningkatkan ketahanan pangan dan gizi.

Sebagai langkah awal untuk mewujudkannya, pemerintah kota Solok melalui instansi terkait, telah memberikan bantuan berupa bibit tanaman, material untuk jamban, serta bantuan sembako dalam rangka intervensi hasil SKPG kota Solok untuk KK miskin didaerah tersebut. Tidak sampai disitu saja, bantuan untuk masyarakat Payo juga diberikan oleh pemerintah provinsi berupa bibit pokat 400 batang, pepaya 200 batang, serta bibit cabe 2 sachet, papar wakil walikota Solok.

Lebih jauh wakil walikota Solok nenyampaikan, Kegiatan FGB merupakan tindak lanjut dari MOU yang telah dilaksanakan dengan Balitbang kementrian pertanian RI, yang bertujuan untuk mendesain nagari mandiri pangan sekaligus memetakan potensi pengembangan agrowisata sesuai potensi yang ada.

Merupakan sebuah tantangan bagi semua OPD terkait untuk dapat mewujudkan daerah Payo sebagai central pusat Pengembangan Nagari Mandiri Pangan dengan sasaran kota Solok sebagai kawasan agrowisata di Sumatera barat, karena daerah Payo merupakan daerah subur yang hanya menunggu tangan tangan terampil untuk mengolahnya, pungkas wakil walikota Solok mengakhiri.

Dari liputan media ini, kegiatan FGD diikuti oleh kepala Balitbangtan kementrian pertanian RI, kepala dinas pangan propinsi Sumatera Barat, kepala dinas pertanian, holtikultura dan perkebunan Sumbar, kepala dinas perternakan dan kesehatan hewan propinsi Sumbar, kepala dinas Kelautan dan perikanan propinsi Sumbar, kepala dinas Kehutanan propinsi Sumbar, serta seluruh OPD terkait pemerintahan kota Solok.

Setelah FGD mendapatkan kesimpulan secara bersama, kegiatan dilanjutkan dengan melakukan survei lokasi pengembangan pangan ke daerah Payo kelurahan Tanah Garam kota Solok, yang diikuti oleh seluruh peserta FGD. (Gia)

SHARE